SUKABUMI — Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi terus mematangkan program Sekolah Siaga Bencana (SSB) guna memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan di lingkungan pendidikan.
Langkah ini diambil mengingat wilayah Kabupaten Sukabumi memiliki tingkat kerawanan bencana alam yang cukup tinggi, yang turut membayangi sebagian besar fasilitas sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena kepada Radar Sukabumi menjelaskan, bahwa pemetaan wilayah rawan bencana menjadi dasar utama peluncuran program ini. Disdik berupaya memastikan seluruh warga sekolah memiliki pemahaman mendalam terkait penanganan tanggap darurat.
“Kabupaten Sukabumi merupakan daerah rawan bencana, dan sebagian besar sekolah kita berada di wilayah terdampak. Ini menjadi patokan awal kami untuk memperkuat sosialisasi dan edukasi tanggap darurat bencana kepada siswa, guru, hingga pembina sekolah,” kata Deden kepada Radar Sukabumi pada Rabu (05/08).
Untuk mengoptimalkan langkah mitigasi, Disdik menjalin kolaborasi strategis dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi serta Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB). Kerja sama tersebut telah direalisasikan dalam berbagai momentum, salah satunya saat pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Deden menambahkan, program Sekolah Siaga Bencana ini juga selaras dengan arahan Permendikbudristek mengenai mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Menurutnya, konsep terlindungi bukan sekadar perlindungan fisik semata, melainkan pembekalan literasi kebencanaan agar siswa mampu mengambil tindakan tepat saat darurat.
“Edukasi ini bertujuan agar siswa memahami peta kebencanaan di sekitar sekolah mereka. Mereka jadi tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi gempa bumi atau tanah longsor, baik sebelum, saat kejadian, maupun pascabencana,” tegasnya.
Terkait jumlah pasti sekolah yang telah resmi menyandang status Sekolah Siaga Bencana, pihak Disdik saat ini tengah melakukan pendataan rinci melalui Bidang Kesiswaan. Meski demikian, Deden memastikan seluruh program pelatihan dan kolaborasi penanggulangan bencana di tingkat sekolah terus berjalan secara konsisten. (Den)











