Meski demikian, dugaan keracunan tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Keluhan diare dan muntah belum dapat dipastikan berasal dari makanan MBG. Untuk memastikan penyebabnya, diperlukan pemeriksaan medis terhadap korban serta pengujian sampel makanan dan proses pengolahan. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah, pengelola dapur MBG, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, maupun Badan Gizi Nasional (BGN).
KNPI dan Karang Taruna Kecamatan Gunungguruh berharap instansi terkait segera melakukan klarifikasi dan investigasi objektif agar fakta mengenai kejadian ini dapat diketahui secara jelas dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.(*)