JAKARTA — Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, bersama PSSI terus memantau deretan pemain keturunan yang berkarier di Eropa. Langkah ini dipandang penting untuk memperkuat kedalaman skuad Garuda dalam menatap kualifikasi Piala Dunia 2030 dan Piala Asia 2027.
Sejumlah nama berbakat dari liga-liga papan atas Eropa masuk dalam radar pemantauan. Kendati demikian, peluang mereka mengenakan jersei Merah Putih tetap bergantung pada kelayakan administrasi kewarganegaraan, proses naturalisasi, serta kesiapan sang pemain.
- Daijiro Chirino (Almeria): Bek kanan keturunan Maluku ini tampil di Liga 2 Spanyol bersama Almeria. Dari delapan laga, ia mencetak satu gol dan dinilai bisa memperketat persaingan di posisi bek kanan.
- Dean Zandbergen (Dinamo Bucuresti): Striker berpostur 188 cm ini tajam bersama VVV Venlo dengan 15 gol musim lalu. Kini di Dinamo Bucuresti, ia mencatat satu gol dan satu assist dari empat penampilan.
- Julian Oerip (AZ Alkmaar U-21): Wonderkid berusia 19 tahun ini tampil impresif dengan tiga gol dan empat assist dari 10 laga di Liga 2 Belanda. Ia menawarkan kreativitas di lini tengah.
- Demiane Agustien (Arsenal U-21): Gelandang serang fleksibel berusia 19 tahun ini bisa bermain di beberapa posisi. Agustien sempat jadi sorotan publik Tanah Air usai mengunggah jersei Timnas Indonesia di media sosial.
- Pascal Struijk (Brighton & Hove Albion): Bek tengah tangguh yang hijrah dari Leeds United ke Brighton pada musim panas 2026. Pengalaman di Premier League dinilai berharga untuk memperkuat lini pertahanan Garuda.