BANDUNG — Di tengah tekanan fiskal yang membayangi Jawa Barat (jabar), Gubernur Dedi Mulyadi (KDM) menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang tetap memenuhi kewajiban membayar pajak, terutama pajak kendaraan bermotor. Baginya, partisipasi warga adalah bentuk gotong royong nyata yang menopang keberlangsungan pembangunan daerah.
“Tanpa partisipasi Bapak dan Ibu semua, kami bukan apa-apa dan kami bukan siapa-siapa,” ujar KDM, Jumat (30/10/2026).
Laporan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) per Kamis (29/10/2026) mencatat saldo kas Pemprov Jabar sebesar Rp567,94 miliar. Pada hari yang sama, realisasi penerimaan daerah mencapai Rp13,37 miliar, bersumber dari pajak air permukaan, opsen pajak mineral bukan logam dan batuan, serta retribusi daerah.
Di sisi pengeluaran, tercatat belanja hibah Rp250 juta, bantuan keuangan desa Rp1,35 miliar, serta belanja modal untuk mendukung pembangunan. Posisi kas ini menggambarkan likuiditas pemerintah daerah, meski belum sepenuhnya mencerminkan kemampuan fiskal karena masih ada kewajiban belanja hingga akhir tahun anggaran.