SUKABUMI — Setelah empat hari pencarian intensif, tim SAR gabungan akhirnya menemukan Doa Khairul Ikhsan (17), remaja yang hilang terseret arus saat mandi di Pantai Istiqomah, Kelurahan Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Korban ditemukan pada Rabu (7/10) sekitar pukul 07.05 WIB setelah seorang nelayan melihat tubuhnya mengapung di sekitar perairan PLTU Tengah.
Tim SAR gabungan segera menuju lokasi dan berhasil mengevakuasi korban sekitar pukul 07.50 WIB pada radius 2,6 mil laut dari titik kejadian.
Korban kemudian dibawa ke Dermaga 2 Palabuhanratu sebelum dievakuasi ke RSUD Palabuhanratu untuk diserahkan kepada pihak keluarga.Koordinator Pos SAR Sukabumi, Suryo Adianto, menjelaskan bahwa setelah menerima informasi dari nelayan, personil Basarnas bersama unsur SAR gabungan langsung bergerak cepat melakukan evakuasi.
Puluhan personil dari berbagai instansi terlibat dalam operasi pencarian ini, termasuk Basarnas, Polairud Polres Sukabumi, Balawista, Pos TNI AL Palabuhanratu, RAPI, HNSI, Wanadri, SAKA SAR, Sehati Gerak Bersama, SAR Khatulistiwa, UPP Kelas 3 Palabuhanratu, serta keluarga korban.
Upaya pencarian sebelumnya dilakukan dengan menyisir perairan menggunakan perahu karet, kapal patroli Polairud, dan kapal nelayan hingga radius 10 mil laut dari lokasi kejadian. Jalur darat juga disisir hingga radius 7 kilometer, sementara pengamatan visual melalui drone dilakukan hingga radius 700 meter.
Meski penuh tantangan, operasi gabungan akhirnya berhasil menemukan korban.Suryo menegaskan pentingnya keselamatan saat beraktivitas di laut. Ia mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri berenang atau mandi ketika kondisi arus tidak memungkinkan.
“Keselamatan harus menjadi prioritas,” ujarnya.
Tragedi ini menjadi pengingat betapa berbahayanya arus di kawasan Palabuhanratu dan perlunya kewaspadaan ekstra bagi setiap pengunjung pantai.(*)