Sukabumi — Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) melaksanakan Projek Kepemimpinan bertajuk “Rise Above: Mengalahkan Godaan, Memenangkan Masa Depan” sebagai upaya mendorong penguatan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan pengendalian diri peserta didik pada hari Jumat, (25/09/26).
Kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk workshop interaktif pembinaan karakter dan kedisiplinan tersebut ditujukan kepada peserta didik kelas X SMA Muhammadiyah Sukabumi. Program dirancang berdasarkan hasil observasi awal dan koordinasi dengan pihak sekolah yang menunjukkan masih ditemukannya sejumlah perilaku kurang disiplin di kalangan peserta didik, seperti datang terlambat, membolos, serta meninggalkan lingkungan sekolah pada saat jam pembelajaran berlangsung.
Melalui projek ini, mahasiswa PPG tidak hanya memberikan pemahaman secara teoritis mengenai pentingnya disiplin dan tanggung jawab, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang aktif dan kontekstual. Peserta didik dilibatkan dalam berbagai aktivitas seperti pemaparan materi, tanya jawab, diskusi, studi kasus, permainan atau ice breaking, refleksi, serta latihan pengambilan keputusan. Pendekatan tersebut dirancang agar peserta didik mampu menghubungkan materi dengan situasi yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu fokus utama kegiatan adalah membantu peserta didik mengenali berbagai bentuk godaan dan pengaruh negatif yang dapat mendorong perilaku indisipliner. Peserta didik diajak memahami konsekuensi dari pilihan yang mereka ambil serta berlatih menentukan tindakan yang lebih bertanggung jawab ketika menghadapi tekanan atau ajakan negatif dari lingkungan sekitar.
Membangun Kesadaran, Bukan Sekadar Memberikan Teguran
Projek Rise Above dikembangkan dengan pendekatan partisipatif dan reflektif. Peserta didik tidak hanya diberi tahu mengenai aturan yang harus dipatuhi, tetapi diberikan ruang untuk memahami masalah, menganalisis situasi, berdiskusi, melakukan simulasi, serta merefleksikan pilihan dan perilaku mereka sendiri.
Dengan pendekatan tersebut, kegiatan diarahkan untuk membangun kesadaran bahwa disiplin bukan sekadar kepatuhan terhadap tata tertib sekolah. Disiplin juga berkaitan dengan kemampuan mengatur waktu, mengendalikan diri, memenuhi kewajiban, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab terhadap pilihan yang dibuat.
Peserta didik juga didorong untuk menyusun komitmen perubahan perilaku sebagai bentuk tindak lanjut kegiatan. Komitmen tersebut diarahkan pada kebiasaan konkret, seperti hadir tepat waktu, mengikuti pembelajaran dengan tertib, tidak membolos, tidak meninggalkan sekolah tanpa izin, serta menjalankan kewajiban sebagai peserta didik.
Kolaborasi Mahasiswa PPG, Sekolah, dan Peserta Didik
Pelaksanaan kegiatan melibatkan kolaborasi antara tim Projek Kepemimpinan PPG, pihak SMA Muhammadiyah Sukabumi, dosen pembimbing, serta peserta didik. Berdasarkan rancangan kegiatan, peserta berasal dari seluruh kelas X dengan jumlah sekitar 55–62 peserta didik.
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai NAPZA, pelatihan pembentukan karakter dan kedisiplinan, evaluasi, refleksi, hingga penutupan dan pemberian sertifikat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diberikan kesempatan untuk berpartisipasi aktif melalui berbagai aktivitas interaktif. Apresiasi diberikan kepada peserta yang menunjukkan keaktifan selama kegiatan melalui pembagian doorprize, sehingga suasana pembelajaran diharapkan tetap edukatif sekaligus menyenangkan.