Kabupaten Sukabumi

Lautan Santri Bentangkan Merah Putih 100 Meter di Palabuhanratu

×

Lautan Santri Bentangkan Merah Putih 100 Meter di Palabuhanratu

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI -Hujan sempat mengguyur sejak pagi hari. Namun, cuaca yang kurang bersahabat tak sedikit pun menyurutkan semangat ratusan warga dan santri untuk memadati Jalan Siliwangi, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (24/10).

Dengan langkah beriringan dan penuh antusiasme, para santri dari berbagai pondok pesantren, lembaga pendidikan, hingga elemen masyarakat mengikuti Kirab Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kecamatan Palabuhanratu.

Pemandangan paling mencuri perhatian dalam pawai tersebut adalah bentangan bendera Merah Putih raksasa sepanjang 100 meter dengan lebar enam meter.

Bendera yang diarak bersama oleh kaum sarungan itu menjadi simbol kuat kecintaan dan komitmen santri terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketua Pelaksana Kegiatan sekaligus Ketua GP Ansor Kecamatan Palabuhanratu, Muhammad Fadil Muadillah, menyampaikan rasa syukurnya atas tingginya antusiasme peserta meski sempat terkendala hujan.

“Alhamdulillah, antusiasme peserta dari berbagai pondok pesantren, sekolah, dan lapisan masyarakat sungguh luar biasa. Tadi pagi sempat turun hujan sehingga kami cukup khawatir, tetapi cuaca kembali membaik dan kegiatan berjalan sukses,” ujar Fadil, Sabtu (24/10).

Fadil menjelaskan, pengibaran bendera Merah Putih berukuran jumbo sepanjang 100 meter tersebut membawa pesan kebangsaan yang mendalam dari kalangan pesantren.

“Kenapa kami mengadakan kirab dengan membawa bendera Merah Putih sepanjang 100 meter? Itu merupakan bentuk komitmen kami dari kaum sarungan atau kaum pesantren untuk menjaga ukhuwah Islamiah dan ukhuwah wathaniah,” tegas Fadil.

Menurutnya, ukhuwah Islamiah menekankan pentingnya menjaga persaudaraan sesama umat Islam, sedangkan ukhuwah wathaniah adalah wujud persaudaraan seluruh elemen bangsa di tengah keberagaman.

Hal ini menjadi bukti bahwa identitas santri tidak sebatas di lingkungan pondok pesantren dan kajian agama semata, melainkan juga memiliki tanggung jawab moral untuk merawat persatuan NKRI.

Selain parade kirab, perayaan HSN 2026 di Ibukota Kabupaten Sukabumi ini turut disemarakkan dengan serangkaian lomba edukatif bagi generasi muda.

Di antaranya lomba azan untuk tingkat Diniyah/MI, lomba mewarnai tingkat TK/PAUD, lomba kaligrafi usia 10–12 tahun, hingga lomba video kreatif antarpesantren sebagai wadah ekspresi dakwah digital bagi para santri.

Melalui rangkaian perayaan ini, Fadil berharap HSN tidak sekadar menjadi seremonial tahunan, melainkan pemantik semangat generasi muda Islam dalam mengembangkan bakat serta menguatkan kontribusi nyata bagi bangsa.

“Pesan saya kepada seluruh santri, khususnya di Palabuhanratu, tetap jaga ukhuwah Islamiah dan ukhuwah wathaniah. Kita harus terus mempererat persaudaraan sesama umat Islam sekaligus menjaga persatuan sebagai sesama anak bangsa,” pungkasnya. (Ndi)