Berita Utama

Krisis Air Jabar Meluas, 1,4 Juta Jiwa Terdampak

×

Krisis Air Jabar Meluas, 1,4 Juta Jiwa Terdampak

Sebarkan artikel ini

BANDUNG —  Krisis air bersih akibat bencana kekeringan di Jawa Barat (jabar) kian meluas. Hingga Selasa, dampaknya menembus angka 1.405.110 jiwa dari 429.634 kepala keluarga di 879 desa/kelurahan dan 281 kecamatan. Pemerintah daerah bersama lintas sektor bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih.

Data terbaru BPBD Jabar mencatat total penyaluran air bersih mencapai 40.753.275 liter. Kabupaten Bogor menjadi wilayah dengan populasi terdampak terbesar, yakni 412.755 jiwa. Purwakarta menyusul dengan 173.442 jiwa, sementara Garut mencatat 117.434 jiwa.

Dari sisi distribusi, Kabupaten Bekasi menerima pasokan terbanyak dengan 15,8 juta liter. Bogor memperoleh 7,6 juta liter, Ciamis 3,3 juta liter, Kota Tasikmalaya 2,5 juta liter, dan Pangandaran 2,3 juta liter. Bantuan juga menjangkau wilayah lain seperti Bandung, Subang, Sukabumi, hingga Majalengka.

Keberhasilan distribusi ini ditopang kolaborasi 12 lembaga, dengan BPBD Jabar sebagai kontributor terbesar (25,7 juta liter). Dukungan juga datang dari PMI, PDAM, Kementerian PUPR, Tagana, komunitas, dunia usaha, Baznas, hingga aparat TNI/Polri. “Data rekapitulasi mencatat dampak kekeringan telah melanda 1,4 juta jiwa di 281 kecamatan, dengan total penyaluran bantuan menembus 40,75 juta liter,” ujar Pranata Humas BPBD Jabar, Hadi Rahmat Hardjasasmita.