SUKABUMI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Imbauan ini disampaikan menyusul tingginya angka kejadian Karhutla yang mendominasi bencana alam di wilayah Kabupaten Sukabumi sepanjang periode September 2026.
Berdasarkan data resmi Infografis Bencana BPBD Kabupaten Sukabumi, tercatat sebanyak 92 kejadian bencana terjadi di 33 kecamatan selama September 2026.
Dari total angka tersebut, peristiwa Karhutla menjadi yang paling mendominasi dengan total 76 kejadian. Dampak bencana selama periode ini mencakup area sawah dan lahan terdampak seluas 108,54 hektare, serta memengaruhi 491 KK atau 558 jiwa, dengan 1 orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Manager Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna kepada Radar Sukabumi menegaskan, bahwa fenomena Karhutla menjadi perhatian utama pihak penanggulangan bencana. Masyarakat diminta untuk menghindari tindakan-tindakan memicu kebakaran, seperti membakar sampah sembarangan atau membuka lahan dengan cara dibakar.
“Kami mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area vegetasi kering. Angka 76 kejadian Karhutla dalam satu bulan kemarin, cukup tinggi dan memerlukan kesadaran bersama untuk pencegahannya,” ujar Daeng Sutisna kepada Radar Sukabumi pada Minggu (18/10).
Selain Karhutla, BPBD juga mencatat beberapa jenis kejadian bencana lainnya selama September 2026, antara lain 12 kejadian angin kencang, 2 kejadian kekeringan, 1 kejadian tanah longsor, dan 1 kejadian gempa bumi.
Kerusakan infrastruktur pemukiman mencakup 24 rumah rusak (10 rusak ringan, 6 rusak sedang, 8 rusak berat) serta 49 rumah dalam kondisi terancam.
“Kami dari BPBD Kabupaten Sukabumi terus menyiagakan personel dan berkoordinasi dengan petugas di tiap kecamatan untuk mengantisipasi serta merespons cepat setiap laporan potensi kejadian bencana di wilayah,” pungkasnya. (Den)