SUKABUMI -Kebingungan mencari pembeli hingga anjloknya harga komoditas saat panen raya kerap menjadi hantu menakutkan bagi para petani.
Menjawab persoalan klasik di sektor pertanian tersebut, Koperasi Konsumen Ratu Family Farmers (RFF) hadir membawa angin segar melalui penguatan rantai pasok dan kepastian akses pasar di Kabupaten Sukabumi.
Melalui kemitraan strategis bersama petani lokal dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Koperasi RFF memotong rantai tengkulak guna memastikan hasil panen terserap secara optimal.
Langkah ini tidak hanya membebaskan petani dari ancaman kerugian saat pasokan melimpah, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah.
Koperasi RFF kini menjadi penyokong utama pasokan bahan pokok masyarakat hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mencakup pasokan daging segar, aneka sayuran, bumbu dapur, hingga komoditas pangan utama lainnya.
Ketua Koperasi RFF, Andi, menegaskan bahwa pendampingan dan pembinaan petani lokal dari hulu ke hilir menjadi skala prioritas organisasi yang dipimpinnya.
“Kami terus berupaya melakukan kerja sama dengan para petani lokal. Selain sosialisasi dan pembinaan tentang tata cara budidaya, kami fokus pada bagaimana caranya para petani bisa menanam dan menjual. Kami dari koperasi menyiapkan market pasti agar petani tidak lagi bingung saat masa panen tiba,” ujar Andi, Minggu (11/10).
Petani Merasa Tenang, Harga Beli Dinilai Adil
Skema kemitraan yang digagas Koperasi RFF ini disambut hangat oleh para pahlawan pangan lokal.
Jajang, salah seorang petani mitra, mengaku kini bisa memfokuskan energinya pada peningkatan kualitas hasil tani tanpa perlu pusing memikirkan pemasaran.
“Sebelumnya kami sering bingung mau menjual ke mana kalau lagi panen raya, harga juga sering anjlok. Sejak bermitra dengan Koperasi RFF, kami jadi lebih tenang dan fokus menanam karena pasarnya sudah pasti dan harganya adil,” ungkap Jajang.
Ia menambahkan, jaminan alur pemasaran yang terarah menjadi kunci utama keberlanjutan usaha tani di tingkat tapak.
Jaga Kualitas dan Kebersihan Bahan Pangan SPPG
Dampak positif jaringan petani binaan RFF turut dirasakan para pemasok bahan pangan.
Zahra, salah seorang supplier komoditas pangan Koperasi RFF, menilai ketersediaan pasokan dari petani lokal sangat membantu menjaga kestabilan pasokan untuk SPPG.
Sebab, pemenuhan gizi masyarakat membutuhkan standardisasi mutu, kebersihan, dan kesegaran bahan pangan yang konsisten.
“Sebagai supplier, kami sangat terbantu dengan jaringan petani binaan RFF. Pasokan bahan pokok seperti daging dan sayuran segar jadi lebih stabil dari segi kuantitas maupun kualitas. Ini penting sekali untuk menjaga standar kebersihan dan gizi pasokan ke SPPG,” tuntas Zahra. (Ndi)