SUKABUMI — Pengurus Cabang (Pengcab) Akuatik Kabupaten Sukabumi bersama Gurita Swimming Club menggelar Kejuaraan Akuatik Piala Kabupaten Sukabumi edisi kedua.
Perhelatan ini dirancang sebagai langkah strategis untuk menjaring bibit-bibit atlet muda renang nomor kolam guna menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2030 mendatang.
Langkah percepatan ini diambil guna mengevaluasi absennya kontingen Kabupaten Sukabumi pada nomor pertandingan kolam di Porprov Jabar 2026.
Perwakilan Cabor Akuatik sekaligus Founder Gurita Swimming Club Sukabumi, Omay Komarudin, mengungkapkan bahwa kejuaraan ini menjadi wadah pembentukan database atlet yang sistematis sejak dini.
“Ini penyelenggaraan kegiatan akuatik yang kedua untuk mencari database anak-anak di kelompok I sampai J (klasifikasi umur 15–16 tahun ke atas) untuk penjaringan atlet sejak dini yang akan diikutsertakan pada Porprov Jabar 2030 nanti. Karena pada Porprov 2026 ini, Kabupaten Sukabumi tidak mengirimkan nomor kolam akibat keterbatasan kesiapan atlet,” ujar Omay.

Ia menambahkan, meski cabor akuatik Kabupaten Sukabumi memiliki wakil di nomor lain seperti Open Water Swimming (OWS) atau renang perairan terbuka dan seni, nomor kolam tetap membutuhkan regenerasi atlet secara menyeluruh.
Antusiasme peserta pada Kejuaraan Piala Akuatik Kabupaten Sukabumi kali ini melampaui ekspektasi. Tercatat sebanyak 644 perenang dari berbagai kelompok usia (Kelompok A hingga J) memadati lintasan kolam.
Meski awalnya dirancang untuk cakupan regional wilayah satu, ajang ini justru menyedot perhatian klub-klub renang dari luar daerah seperti Cikarang, Bekasi, Cianjur, hingga Bogor.
“Peserta ada sebanyak 644 orang dari usia dini hingga remaja, dan seluruhnya masuk dalam database Kabupaten Sukabumi. Namun, klasifikasi kelompok I sampai J menjadi prioritas utama kami untuk disiapkan menuju Porprov 2030,” jelasnya.
Omay menjelaskan, para perenang yang berhasil menembus limit waktu yang telah ditentukan oleh Pengcab Akuatik dengan mengacu pada standardisasi limit nasional dan Jabar Series akan dihimpun ke dalam skuad khusus.
“Setelah ini, atlet yang masuk limit akan dibentuk menjadi tim persiapan, baik tim bayangan atau tim inti untuk 2030. Jadi 4 tahun ke depan kita sudah memiliki perencanaan matang agar nomor kolam bisa terisi,” paparnya.
Mengenai mekanisme tata kelola dan keberlanjutan pembinaan, Omay menekankan pentingnya duduk bersama antara pengurus cabor, pelatih, dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sukabumi, terutama menyangkut alokasi anggaran dan program pembinaan jangka panjang.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung perhelatan ini, terutama KONI Kabupaten Sukabumi dan seluruh unsur terkait yang terus berkomitmen memajukan olahraga renang di daerah,” pungkas Omay. (Why)