SUKABUMI — Kebakaran hutan dan lahan kembali melanda Kabupaten Sukabumi. Kali ini, api membakar lahan kosong bekas tebangan seluas 18 hektare di Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah, Sabtu (8/8) sekitar pukul 18.00 WIB. Lokasi kebakaran berada di kawasan Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BPKH) Bojonglopang, Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Nangka Tepus, Perum Perhutani.
Manager Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menjelaskan bahwa hasil asesmen menunjukkan api cepat menjalar karena kondisi cuaca panas dan angin kencang. “Hasil asesmen di lapangan, luasan lahan yang terbakar lebih kurang 18 hektare,” ujarnya, Minggu (9/8).
Daeng menambahkan, hingga kini api belum sepenuhnya padam dan masih berpotensi merembet ke lahan Perhutani lainnya. BPBD bersama P2BK Jampangtengah terus berkoordinasi dengan Perum Perhutani, Damkar Pos Cikembar, perangkat desa, Tagana, Babinsa, Babinmas, Satpol PP, relawan, serta warga untuk penanganan di lapangan. “Melihat kondisi, kami memandang perlu penambahan jumlah personel serta alat pemadaman,” tegasnya.
Penyebab kebakaran diduga ada unsur kesengajaan dari oknum yang tidak bertanggung jawab. Dugaan ini muncul karena lokasi kebakaran merupakan lahan kosong yang kerap dijadikan tempat pembakaran. BPBD masih menyiagakan personel untuk memastikan api tidak meluas dan segera dilakukan pendinginan.





