SUKABUMI – Laga final Piala Presiden 2026 yang mempertemukan Persib Bandung melawan Persebaya Surabaya diprediksi berlangsung sengit. Dua klub besar dengan sejarah panjang di sepak bola Indonesia itu akan saling berebut gelar juara. Namun, sejumlah tokoh suporter di Sukabumi optimistis Maung Bandung mampu keluar sebagai kampiun.
Ketua Viking Kerajaan Sukabumi, Fahmi Azis atau akrab disapa Aminks, menilai Persib memiliki keunggulan dari sisi kedalaman skuad dan kualitas pemain.
“Final pasti berlangsung sengit karena mempertemukan dua klub besar Indonesia. Tapi saya yakin Persib yang akan keluar sebagai juara Piala Presiden untuk kedua kalinya. Kedalaman skuad dan materi pemain Persib saat ini lebih unggul,” ujarnya.
Aminks bahkan memprediksi Persib menang 3-1, dengan gol dicetak oleh William Barros, Balsa, dan Peralta. Ia juga memastikan Viking Kerajaan Sukabumi kembali menggelar nonton bareng (nobar) bekerja sama dengan Wisata Alam Oasis, sebagai wadah bobotoh merasakan atmosfer pertandingan layaknya di stadion.Selain itu, Aminks mengimbau agar bobotoh tetap tertib saat merayakan kemenangan.
“Kami berharap seluruh Viking dan bobotoh yang merayakan kemenangan tetap santun, mematuhi aturan lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas keamanan. Jangan sampai euforia berlebihan justru mengurangi makna kemenangan Persib,” pesannya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Persatuan Suporter Peduli Sepak Bola Sukabumi (Persepsi), Fadhlan Fadhilah atau Kang Atap, menilai final kali ini memiliki nilai historis.
“Persib melawan Persebaya adalah laga dua tim bersejarah. Persib membawa misi meraih trofi pertama bersama pelatih Igor, sedangkan Persebaya mengincar gelar bertepatan dengan usia ke-100 tahun mereka. Ini membuat pertandingan semakin menarik,” ungkapnya.
Meski demikian, Atap tetap mengunggulkan Persib dengan prediksi kemenangan tipis 1-0 melalui gol William Barros. Ia menambahkan, antusiasme bobotoh Sukabumi menyambut partai final dipastikan tinggi. Selain di Wisata Alam Oasis, sejumlah komunitas suporter juga akan menggelar nobar di berbagai lokasi.Atap pun mengingatkan agar seluruh suporter menjaga kondusivitas.
“Konvoi mungkin saja terjadi sebagai bentuk euforia, tetapi saya berharap semuanya berlangsung kondusif. Jangan sampai ada provokasi ataupun tindakan yang mengganggu ketertiban. Sukabumi harus tetap aman dan damai sehingga kemenangan, siapa pun nanti yang meraih, bisa dirayakan dengan penuh sportivitas,” pungkasnya.(ris/d)











