Berita Utama

15 Ribu Warga Kota Sukabumi Masih Menganggur

×

15 Ribu Warga Kota Sukabumi Masih Menganggur

Sebarkan artikel ini
15 Ribu Warga Sukabumi Masih Menganggur
Sejumlah pencari kerja saat mendatangi Kantor Disnaker Kota Sukabumi

CIKOLE — Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Sukabumi, hingga saat ini masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, TPT tercatat sebesar 8,19 persen atau setara dengan sekitar 15.240 orang dari total angkatan kerja sebanyak 186.150 jiwa.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat mengatakan, data tersebut masih mengacu pada rilis resmi BPS yang diterbitkan setiap akhir tahun. Adapun, penurunan angka pengangguran membutuhkan kolaborasi berbagai pihak melalui peningkatan investasi, aktivitas ekonomi, hingga penguatan sektor UMKM.

“Data BPS tahun 2025 menunjukkan TPT Kota Sukabumi sebesar 8,19 persen. Artinya, sekitar 15.240 orang dari angkatan kerja usia 15 sampai 64 tahun masih belum bekerja. Ini menjadi PR kita bersama agar angka tersebut terus menurun,” kata Punjul kepada Radar Sukabumi, Selasa (5/8).

Di sisi lain, Disnaker mencatat geliat ekonomi Kota Sukabumi terus menunjukkan tren positif. Salah satunya terlihat dari meningkatnya angka migrasi masuk yang mencapai sekitar 12 ribu orang sepanjang 2025. Hal tersebut, menjadi indikator bahwa Kota Sukabumi semakin menarik sebagai tujuan aktivitas ekonomi maupun pencari kerja.

“Datangnya warga dari luar daerah tentu menjadi nilai positif karena menggerakkan ekonomi. Tetapi kita juga harus mengantisipasi karena tidak semuanya datang dengan pekerjaan, bisa saja mereka datang untuk mencari pekerjaan,” jelasnya.

Punjul mengungkapkan, berdasarkan data BPS, Kota Sukabumi berhasil menyediakan sekitar 11,08 ribu lapangan kerja yang seluruhnya berada di wilayah Kota Sukabumi. Capaian tersebut menjadi salah satu upaya nyata dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal.

Untuk terus memperluas kesempatan kerja, Disnaker menyiapkan berbagai program, mulai dari penguatan lapangan kerja di dalam kota, peluang kerja dalam negeri, hingga penempatan tenaga kerja ke luar negeri. Selain itu, investasi yang nilainya hampir mencapai Rp1,5 triliun diharapkan mampu membuka lebih banyak kesempatan kerja baru.

“Bagi masyarakat yang sedang mencari pekerjaan, kami juga mengimbau untuk memanfaatkan aplikasi SiapKerja dari Kementerian Ketenagakerjaan. Di sana tersedia ratusan ribu lowongan kerja dari berbagai daerah, termasuk Kota Sukabumi,” bebernya.

Sementara itu, minat bekerja ke luar negeri juga terus meningkat. Hingga tahun ini, Disnaker mencatat sebanyak 520 orang telah diberangkatkan melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Kota Sukabumi, naik dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 338 orang. “LPK di Kota Sukabumi kini menjadi daya tarik bagi peserta dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Padang, Lampung, Lombok hingga Makassar,” imbuhnya.

Ia menambahkan, kualitas pelatihan yang dimiliki Kota Sukabumi menjadikan daerah ini sebagai salah satu pusat pengembangan kompetensi tenaga kerja.

“Kalau Bali terkenal dengan pantainya, maka Kota Sukabumi punya LPK yang berkualitas. Banyak peserta dari luar daerah datang untuk belajar di sini. Selain meningkatkan kualitas tenaga kerja, kehadiran mereka juga ikut menggerakkan ekonomi masyarakat melalui aktivitas sehari-hari seperti indekos, makan, hingga menggunakan transportasi lokal,” pungkasnya. (Bam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *