Berita Utama

450 Ribu Warga Jawa Barat Terdampak Kekeringan

×

450 Ribu Warga Jawa Barat Terdampak Kekeringan

Sebarkan artikel ini

BANDUNG – Musim kemarau panjang yang melanda Jawa Barat sejak Juli 2026 memicu krisis air bersih di 23 kabupaten/kota. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama tim gabungan telah menyalurkan 8,7 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan sumber air.

Hingga pertengahan Agustus, sedikitnya 450.383 jiwa atau 140.765 kepala keluarga (KK) di 153 kecamatan dan 334 desa/kelurahan terdampak kekeringan. Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten Ali, menyebut tiga wilayah dengan distribusi terbesar berada di kawasan utara dan penyangga ibu kota.

“Kabupaten Bekasi mendapat distribusi terbanyak yakni 3,8 juta liter untuk 44.892 warga di sembilan kecamatan, disusul Kabupaten Bogor sebanyak 1,5 juta liter bagi 170.892 warga di 30 kecamatan, dan Kabupaten Karawang sebesar 595.000 liter untuk 27.553 warga di lima kecamatan,” jelas Teten.

Operasi distribusi air bersih dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, melibatkan BPBD kabupaten/kota, Baznas, PMI, PDAM, BBWS, Kodim, komunitas masyarakat, hingga dunia usaha. Armada mobil tangki tambahan juga dikerahkan untuk menjangkau wilayah sulit akses.

Selain distribusi, BPBD melakukan pemetaan berkala terhadap perkembangan ancaman kekeringan dan mengintensifkan sosialisasi mitigasi bencana melalui media sosial. “Bantuan air bersih kepada masyarakat tak hanya berasal dari BPBD, tetapi juga kolaborasi berbagai instansi. Pemprov Jabar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terus bergerak menyalurkan air bersih bagi warga,” ujar Teten.